Archive for the ‘Puisi’ Category

Pada suatu masa

Posted: March 26, 2018 in Puisi

pada suatu masa

hiduplah seorang perempuan

yang setiap pagi pergi ke pasar

dengan daster penuh renda

seperti biasa

tubuhnya jadi bahan gunjingan

lipstiknya yang merah menyala jadi bahan cibiran

saat ia marah untuk tiap suitan

ia dituduh sedang berdarah yang datang bulanan

pada suatu masa

hiduplah seorang perempuan

yang pintar bukan kepalang

menemukan racikan penyembuh bagi umat manusia

tapi ia mati tergantung

dibilang perempuan penyihir tak tahu diuntung

pada suatu masa

hiduplah seorang perempuan

Untukmu #1

Posted: April 10, 2015 in Puisi

Ia berjalan dengan lambat
menghirup oksigen
menikmati desir angin yang menyentuh lembut kulitnya
mengayunkan tiap langkah dengan kepercayaan penuh,
semuanya akan baik-baik saja

Lalu ia sandarkan dirinya,
kepada sebuah pohon
yang angkuh
yang berdiri kokoh
meski banyak nama tergores di batangnya
diukir oleh tangan-tangan jahil
yang tak mampu menahan diri untuk memberi luka pada keindahan

Namun lama kelamaan
ia berhenti bergerak
terbuai dengan semilir angin yang berhembus dari sela sela dedaunan
terpesona oleh pendar bayang yang menghilang lalu muncul.
Menghilang lalu muncul kembali
terus menerus.
Ulah matahari

Ia yang selalu pandai mengolah rasa
mengenali semua pertanda
merasa mulai kehilangan semua indera
dan tiba-tiba dengan satu hentakan
ia terlempar
terjatuh.
Ia terluka.
Ia ludahi tangannya untuk melumuri luka di lututnya.
pedih.

Ditahankan sakitnya
Ia berdiri.

Entah mengapa ia tak terlampau peduli muasal hentakan
Ia sama sekali tak tertarik untuk mengetahuinya
Satu hal yang ia segera dengan penuh sadari ialah:
pohon itu telah memberi ilusi pasti, nyaman yang seakan tak pernah berhenti

Kini ia akan mencari cara 

mengembalikan semua kekuatan pengenal rasa

Nanti, semua akan baik-baik saja.

Seperti biasa.

Perempuan Berkaus Merah

Posted: January 26, 2014 in Puisi

Langkahnya cepat, setengah berlari

Ia begitu tergesa-gesa

Raut wajahnya menyiratkan kecemasan

Tidak.

Ia tidak sedang menghindari sesuatu,

juga tak sedang menghadang sesuatu

Ia hanya tak sanggup berjalan lamban,

cemasnya adalah kuatirnya

terhadap apa yang ia belum sanggup lakukan

untuk menggenapi mimpi-mimpi banyak orang

–bukan mimpinya

IMG_0161