Archive for the ‘Perempuan’ Category

Petaka Ganda Korban Pemerkosaan

Posted: November 1, 2012 in Perempuan

Tulisan saya ini sudah dimuat di Koran Tempo 23 Oktober 2012.

Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa pernyataan yang keluar dari mulut para politisi atau pejabat negara merefleksikan bukan hanya pandangan politik namun juga pandangan pribadi mereka. Tidak heran jika para politisi atau pejabat publik mendapat protes keras jika dianggap mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak sensitif.

Pada awal Oktober seorang siswi perempuan berusia 14 tahun menjadi korban pemerkosaan. Pada saat upacara bendera, pihak sekolah mengumumkan bahwa siswi ini dikeluarkan. Banyak pihak menyayangkan bahkan mengutuk apa yang dilakukan oleh sekolah tersebut. Protes pun bermunculan.

(more…)

Perlawanan Putri dari Birem Bayeun

Posted: September 12, 2012 in Perempuan

Image

Sudah sejak kemarin kudengar berita tentangmu. Tapi tak kunjung jua mendapat berita lengkapnya. Sehingga hari ini sebuah link online memuat cukup lengkap berita tentangmu http://aceh.tribunnews.com/2012/09/11/sebelum-gantung-diri-pe-tulis-surat-untuk-keluarga

Hati ini langsung bergetar membaca kutipan suratmu. Sungguh.

Ingatan saya langsung melayang kepada alm Lilis, seorang ibu buruh restoran di Tangerang, yang juga pernah menjadi korban salah tangkap satpol PP karena disangka PSK. Semenjak kejadian tersebut kehidupan Lilis dan keluarganya berubah. Harga yang ia bayar sangat mahal. Selain ia mengalami keguguran karena depresi (saat ditangkap sedang hamil muda), ia pun harus pindah rumah karena tak kuat dengan gunjingan tetangga.

Dua tahun semenjak kejadian tersebut, ibu Lilis meninggal karena sakit menanggung beban psikologis yang berat.

Kali ini, empat tahun setelah kematian Lilis, Putri, seorang perempuan muda di Birem Bayeun didapati meninggal bunuh diri karena tak kuat menanggung beban penderitaan akibat salah tangkap oleh Wilayatul Hisbah, polisi Syariah di Langsa Aceh.

Putri memilih sendiri jalan untuk keluar dari malu yang ia tanggungkan. Jalan yang bisa jadi dikutuk oleh banyak orang dan dilarang oleh agama.

Tapi Putri sudah memilih, dalam kekalutan, karena ia tahu seperti apa jalan yang akan ia lalui ke depan jika ia memutuskan tetap hidup.

Putri, meski saya menyesalkan dan sangat tidak mendukung apa yang kamu lakukan. Saya hanya bisa menundukkan kepala atas pilihanmu.

Maafkan saya yang tak bisa menjadi teman bicara dan berkeluh kesahmu

Rahmat alam semesta untukmu, Putri.

Turut berduka cita. Indonesia

 

gambar ilustrasi: courtesy mas harwib

In only less than 24 hours, hundreds of women gathered in Bundaran HI to protest the statement made by Fauzi Bowo on raping issue. Instead of saying something to ensure the security of its citizen in public space (particularly for woman), Bowo released a statement which tend to blame the victim.

I decided to wear “DASTER”. I wanted to give a message that woman in any kind of dresses has the potential to be raped. So, it’s really not about the dress!

Not only women, men were also enthusiast to support. One of the men gave the speech and highlighted the point that PEOPLE ARE ALWAYS BEING VICTIMIZED by the LOUSY GOVERNMENT. That kind of character of SBY’s government.

here he is:

Women, from different background and ages joined the protest.

We also got so many media attentions. Below is only one of dozens of coverage

18 September 2011

(Reuters) – Scores of women and children wearing colourful miniskirts and tight leggings gathered in central Jakarta on Sunday, outraged by a public official’s comments that provocatively dressed women are to blame for sexual assaults.

The protest was in response to remarks by the Indonesian capital city’s governor Fauzi Bowo, who said on Friday that women must not wear revealing clothes to avoid being raped or victimised.

He quickly apologised, but his comments were publicised widely via local media and Twitter.

The rally called on police and the Indonesian government to do more to protect women and help the victims of sexual assault.

Women carried placards saying “Don’t tell us how to dress, tell them not to rape”, and “My body is not porn, instead it’s your dirty mind”.

“Public officials should remain silent rather than making discriminatory statements against women. They are supposed to be sensitive and it is their job to find real solution to violence against women,” said Tunggal Pawestri, a spokeswoman for the event organisers.

Earlier this month a woman was gang-raped in a minivan, a widely used type of public transport, late at night. According to data from Indonesia’s National Commission for Women’s Affairs, there have been more than 100,000 cases of violence against women so far this year, of which almost 4 percent were rape cases.

This year, cities around the world have seen ‘SlutWalk’ rallies, mainly-female protests against sexual violence.

While most Indonesians practice a moderate form of Islam, fundamentalists have been pushing hard to impose stricter Islamic laws. In 2008, an anti-pornography law was passed to ban public displays of nudity and “behaviour that could incite lust”.

(Reporting by Karima Anjani; Editing by Daniel Magnowski)