Archive for the ‘Celoteh iseng’ Category

tentang amarah

Posted: November 20, 2013 in Celoteh iseng

Meredam amarah ternyata mirip berolahraga.

Meski yang satu melepaskan  ‘panas’, sementara satunya lagi menghasilkan ‘panas’.

Butuh niat besar untuk melakukannya. Keduanya hanya jadi angan-angan kalau tidak dilakukan. Yah, ini sih berlaku untuk apapun. Semua hal memang hanya akan menjadi omong kosong belaka jika tidak dilakukan.

Mulai dengan memilih lagu yang cocok untuk menemani perjalanan meredakan amarah, lalu dilanjutkan dengan melakukan hal-hal yang ringan dulu, seperti peregangan. Jangan langsung melakukan olahraga yang ekstrim, nanti malah bisa sakit. Begitu pula dengan amarah, jangan pura-pura tak marah, padahal sesungguhnya marah. Nanti malah jadi penyakit jiwa

Meredakan amarah, berolahraga, jika keduanya dilakukan dengan benar maka tubuh bisa sehat.

Dan tentu saja harus dilakukan terus-menerus agar tubuh tetap sehat.  Sedikit saja berhenti maka amarah akan pelan-pelan kembali menguasai, seperti sekarang ini.

M A R A H

so you may see #1

Posted: October 25, 2013 in Celoteh iseng

Just finished the reading, and I can conclude that:
in the unbearable lightness of being, Kundera reflects on the idea of lightness/heaviness. He states that while we are crushed by the heaviest burdens, the literature of love affirms woman’s desire to be weighed down by the man’s body.
Thus, at the same time, the most crushing burden also represents the ultimate culmination of desire. The more we are pushed down toward the ground, the truer our lives
Yet without any burdens a person becomes weightless and floats free. No longer bound to the earth he loses his reality and his actions lose their meaning. What will you choose? Weight or lightness? Up to this point, I know exactly your answer. Weight.
–inspired from MP

Orasi ini dibacakan di Jakarta, saat peringatan 17th Partai Rakyat Demokratik.

————————————–

Che pernah mengatakan soal orkestra individualitas dalam perjuangan: “Revolusi bukanlah, sebagaimana dipahami sebagian orang, merupakan standarisasi kehendak kolektif, standarisasi inisiatif kolektif. Sebaliknya, revolusi adalah pembebas kapasitas indvidu manusiawi. Apa yang dilakukan revolusi, bagaimanapun juga, adalah mengarahkan kapasitas tersebut.”

Dan keteguhan individu-individu orkestra tersebut layaknya lagu anak-anak, Bintang Utara:

Bintang utara

ia lah satu-satunya bintang yang tak pernah bergerak
ajeg
stabil
tak bergeming
bisa jadi panduan melaut.

Lalu, bintang panduan apa untuk revolusi?

(more…)