Lhasa de Sela – La Llorona

Posted: March 28, 2019 in Our Favorite Song

Di awal tahun 2000, selain dengan lagu-lagu Victor Jara, saya juga mulai akrab dengan lagu-lagu Lhasa de Sela.

Album Lhasa yang paling dahsyat menurut saya adalah La Llorona, album debutnya, lagu-lagu di dalam album ini selalu menemani saya saat sedang  gelisah, karena begitu menenangkan. Di Meksiko, La Llorona adalah sebuah legenda tentang seorang perempuan yang bersedih karena kehilangan anaknya lalu tiap malam melolong-lolong, berkeliaran mencari anaknya, menghantui penduduk kota. Agak mirip kisah urban legend di Indonesia, kuntilanak.

Lhasa sendiri memiliki interpretasi sendiri, menurutnya La Llorona adalah kisah perempuan yang menangis karena saat Spanyol menjajah Meksiko, perempuan ini begitu terluka, membayangkan bahwa anak-anak akan menjadi korban perang yang paling menderita.

Satu lagu “Mi Vanidad” di album ini, selalu bikin saya terhanyut, entah kenapa. Saat periksa terjemahan lirik dengan modal google translate, ternyata memang puitis. Lirih.

Lhasa de Sela meninggal tahun 2010, pada usia 37 tahun karena kanker payudara.

DI Indonesia, saya rasa tidak banyak yang mengetahui Lhasa, selain para musisi atau pecinta musik genre folk atau world, kayaknya loh ya. Jarang dengar soalnya. Jadi saat mengetahui bahwa orang yang saya kasihi akrab dan suka juga dengan Lhasa, saya tersenyum, lebar sekali.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s