Siapa takut pergi ke Kuba?

Posted: December 31, 2015 in Makan dan Plesir, Solidaritas

Sudah dua kali saya berkunjung ke Kuba. Pertama di Bulan November 2014 dan yang kedua di bulan Februari 2015. Jika kunjungan pertama hanya dilakukan secara singkat yakni dua malam tiga hari dan murni plesir, maka kunjungan kedua saya turut dalam rombongan misi perdamaian yang digagas oleh Code Pink, sebuah organisasi perdamaian berbasis di Amerika.

Pada kunjungan pertama, saya hanya bermodalkan nekat.

Sudah jauh hari saya minta ijin kepada pimpinan lembaga untuk memperpanjang waktu tinggal di Meksiko paska Konferensi Internasional. Ia mengijinkan saya untuk perpanjang, dua hari saja, mengingat saya tak bisa seenaknya menggunakan uang pajak rakyat (bukan pajak rakyat Indonesia) untuk keperluan di luar pekerjaan.  Dua hari perpanjangan waktu tinggal adalah sebuah kemewahan, karena lembaga saya memiliki aturan yang amat ketat untuk ini. Meski perpanjang tinggal dengan biaya atau pengeluaran sendiri, namun tetap saja, kami tak bisa seenaknya memperpanjangn tinggal di sebuah negara yang kami sedang kunjungi.

Awalnya saya berniat memanfaatkan waktu perpanjangan dua hari untuk mengunjungi situs arkeologi Teotihuacan. Namun seorang teman dengan santainya mengusulkan agar saya menggunakan waktu yang ada untuk pergi ke Kuba. Saya diyakinkan bahwa pergi ke Kuba dari Meksiko sangatlah mudah. Penerbangan hanya dua jam dan visa dapat langsung diperoleh di bandara.

Ide gila tapi boleh juga! Kapan lagi saya memiliki kesempatan mengunjungi Kuba!

Saya pun langsung memeriksa apakah Indonesia memang bisa mendapatkan akses visa on arrival di Kuba. Apakah ada aturan khusus jika pergi ke Kuba. Sayangnya, tidak banyak orang Indonesia memiliki cerita mengenai pengalamannya mendapatkan visa untuk ke Kuba. Tapi sudahlah, saya nekat saja. Jika ditolak masuk, atau tiket saya hangus, meski rugi tapi tidak terlalu besar.

Jadi ini langkah yang saya lakukan, pergi ke Kuba bermodalkan semangat dan kenekatan:

  1. Pesan tiket pesawat pulang pergi Meksiko – Havana pp. Pesan tiket online bisa dilakukan untuk pesawat AeroMeksiko, Cubana Airlines, dan Interjet. Harga tiket yang ditawarkan bervariasi, dan tentu saja semakin jauh hari kita membelinya maka harganya kian murah. Pada kunjungan pertama saya menggunakan Interjet, namun pada kunjungan kedua saya menggunakan Cubana Airlines. Kedua penerbangan ini sama asiknya kok. Jangan lupa print tiketnya.
  2. Beli asuransi kesehatan selama kunjungan di Kuba. Beli saja online dan lagi jangan lupa print bukti pembelian Asuransi.
  3. Saat dibandara, langsung cari counter check in. Tapi… jangan check ini dahulu. Di dekat counter ada meja kecil untuk membeli VISA TURIS. Harganya USD 25. Tunjukkan paspor dan tiket, maka dengan mudah petugas akan langsung memberikan visa yang diminta. Sediakan uang pas agar tak kerepotan. Iya, bayar dengan US DOLLAR!.
  4. Setelah memiliki visa, langsung saja antri check in. Dan voila, boarding pass siap. Tanpa banyak kerepotan.

Penerbangan menempuh waktu sekitar dua jam. Tidak ada makanan berat. Paling maksimal dikasih kacang dan wafer. Makan saja, enak.

Mendekati Kuba, sebuah menara pengawas udara berornamen merah ngejreng langsung menyambut.

Dada saya hampir meledak rasanya, saking kegirangan dan juga haru. Cita-cita untuk berkunjung ke sebuah negara yang teguh pada revolusi-nya, tercapai juga!. Saya tiba dengan baik-baik saja di Bandara Jose Marti!

Antrian untuk kontrol imigrasi lumayan panjang. Bandaranya sederhana, loket pemeriksaan imigrasi lumayan banyak. tapi alat pemeriksaan lumayan canggih. Ada alat pemindai mata. Jadi mata kita dipindai, saat masuk. Form visa diperiksa (isinya cuma nama, nomor paspor dan negara asal) begitupula dengan asuransi.

Lagi, tidak banyak cingcong. Paspor kita langsung distempel!

Saat keluar dari pemeriksaan visa, langsung keluar bandara untuk cari MONEY CHANGER ya. Mereka pakai CUC untuk warga asing. I CUC kira-kira sama dengan 1 dollar. Tapi jangan kuatir, di pusat kota, terutama daerah turis seperti Old Havana, banyak ATM bisa digunakan untuk mengambil uang. Saya pakai kartu Mandiri saya untuk beberapa kali untuk menarik uang, harga tukar mata uangnya masuk akal.

Taksi.

Akan banyak orang yang menawari kita untuk naik taksi. Jangan lupa untuk menawar. Jika ditawari untuk ke pusat kota seharga 35-40 CUC, tawar saja hingga 20 CUC. Kalau tak beruntung ya 25 CUC. Iya, agak mahal. Tapi ya kita bakal naik cadillac lo, atau mobil kuno yang rasanya tak mungkin bisa kita nikmati di tempat lain.

Untuk hotel, gampang, cari saja di google. Ada yang bisa langsung reservasi online kok. Apalagi kalau hotel chain macam mercure. Mau tinggal di rumah penduduk juga bisa, banyak yang murah. Cek saja di airbnb.

Jadi….

Ayo, jangan ragu untuk pergi ke Kuba. Nekat saja! Pasti bisa.

Terutama kalau punya uang banyak. Karena tiket pesawatnya mahal!

Jakarta – Meksiko, kalau pesan tiket dari jauh hari bisa dapat seharga 18-20 Juta rupiah.

Disiplinlah menabung.

Kalau satu bulan menabung 1 juta rupiah, maka dalam dua tahun kamu sudah bisa pergi ke Kuba. Percaya deh. 🙂

Cuba! Si!

 

 

 

Comments
  1. primarita says:

    Hai mbak, terima kasih infonya. Iya, susah sekali mencari informasi tentang perjalanan dari Kuba ke Indonesia.. Mau bertanya, jadi visa turisnya itu belinya di bandara Meksiko? Apa bisa beli on arrival?

    • tunggal says:

      hi Prima,

      Tidak ada visa on arrival. Jadi memang harus beli di Meksiko (saya pada saat itu). Kalau berangkat naik pesawat dari Belanda atau Perancis, tanya sama airline-nya, karena mereka semestinya menyediakan jasa pembelian visa juga.
      Tentu saja urus visa Meksiko harus dari Jakarta ya…. Atau schengen. Jadi karena kita transit sehari, tentu saja kudu punya visa2 negara tersebut dulu.

      semoga info ini membantu

  2. liliana says:

    hai mba mau tanya, kalo transit di havana butuh visa transit juga ?

    • tunggal says:

      Hi Liliana,

      Kalau pesawat kamu langsung ke havana, maka tidak butuh visa.
      Tapi jika kamu jalan ke sana lewat beberapa negara, tentu saja kamu butuh.
      Waktu itu saya lewat Meksiko, jadi butuh visa Meksiko.
      Lain waktu saya lewat Amsterdam, itu juga butuh visa

      semoga membantu

  3. Vina says:

    Hi Mbak…

    Saya mau memastikan jadi tidak ada visa on arrival di Cuba Airport ya?
    Karena saya ada tante yang mau pergi ke Havana dari Toronto dengan Air Canada.
    Sudah tanya ke Air Canada mereka tidak jual tourist card cuba..sedangkan saat ini passport mereka masih proses visa Canada di Kedutaan…
    Sudah cek untuk urus visa cuba di Indonesia membutuhkan 10 hari..
    Sedangkan tgl 8 mereka sudah harus berangkat ke New York…

    Bagaimana ya

    • tunggal says:

      Betul. Tidak ada visa on arrival.
      Visa (Tarjesta del Turista) harus diperoleh sebelum naik pesawat.
      Ini semestinya bisa diperoleh dari kedutaan atau kantor penghubung mereka atau maskapai yang memiliki tujuan ke Kuba.
      Agak aneh kalau Air Canada tidak menyediakan.
      Tapi mungkin saja karena memintanya ke kantor Air Canada yang di sini, bisa jadi Visa Turis itu hanya disediakan di Canada sana.

      Semoga berhasil

      tp

  4. Angga nata wijaya says:

    Apa anda pergi ke mexico perlu visa mexico transit untuk lanjut perjalanan cuba? thanks ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s