Untuk Flo

Posted: September 1, 2014 in Solidaritas

Hai Flo,

 

Namamu cantik. Florence.

Mengingatkan saya pada Firenze, sebuah kota cantik di Italia, tempat Dante dilahirkan.

Tahun lalu berencana ke sana, tapi kawan saya yang angkuh malah mengajak ke Verona (dan Venesia).

Meski demikian, jejak Dante pun ada di Verona. Patungnya berdiri megah di Piazza dei Signori.

Dan, kalau ingat Dante, saya pun biasanya langsung ingat Inferno, The Divine Comedy dan kutipan ini:

”The darkest places in hell are reserved for those who maintain their neutrality in times of moral crisis”.

Kutipan itu kerap beredar di media sosial saat pilpres kemarin. Mengingatkan kita agar tidak bersikap netral saat berada pada situasi krisis moral.

Kutipan yang dipakai untuk mengajak orang-orang golput untuk memilih dan orang-orang netral untuk bersikap jelas.

 

Jujur saja, saya tidak terlalu suka dengan kutipan yang itu.

Krisis moral itu debatable.

Standar yang digunakan bisa beragam.

Saat saya menganggap sebuah krisis moral adalah situasi di mana Angka Kematian Ibu karena melahirkan tinggi, petani kesulitan akses pupuk murah, buruh alih daya selalu mendapat represi dan perempuan ditangkapi karena tak berpakaian sesuai ajaran agama serta korupsi kolusi nepotisme terus merajalela maka pada saat yang sama seseorang merasa bahwa krisis moral adalah saat kian banyak perempuan pakai baju ketat dan kian banyaknya anak muda akses pornografi lewat internet.

Jadi, standar moral pemenanglah yang dipakai, standar moral yang banyak diyakini mayoritas, meski belum tentu benar. Asem ya?

Ah saya jadi melantur.

Bagaimana kesehatanmu Flo? Apakah sel-mu dingin? Semalam Jogja hujan ya? Kamu jangan stres dong…Kemalangan ini tidak kamu rasakan sendirian. Ada beberapa orang  yang kurang lebih sama kasusnya seperti kamu juga saat ini tengah mendekam di penjara. Ada yang dipenjara karena memaki-maki via sosial media tapi juga ada kawan saya yang dipenjara karena mengorganisir dan membela petani, Eva Bande.

Tentu saja kasusnya berbeda jauh denganmu. Bukan untuk membanding-bandingkan, tapi kawan saya itu dipenjara karena mendampingi petani mendapatkan hak-nya kembali. Ia salurkan kemarahannya atas ketidakadilan negara ini kepada petani dengan cara mengorganisir dan membantu petani. Andai saja kemarahanmu kemarin kamu salurkan dengan organisir mahasiswa FH UGM untuk demo besar-besaran ke depot pertamina atau kantor gubernuran, kalau pun ditahan, mungkin sekarang kau sudah jadi ikon mahasiswa pemberontak seperti Camilo Vallejo di Chili itu. Sayang sekali kamu salah sasaran saat lampiaskan kemarahan. Mestinya kamu marahi mafia minyak, pemerintahan yang gagal mengelola migas untuk rakyatnya.

 

Kamu kemarin itu marah berat ya Flo?

Apakah kamu pemarah? Sama dong. Saya juga.

Apalagi bagi saya yang tinggal di Jakarta. Setiap hari saya mengutuk kota ini.

Perempuan diperkosa di angkot? Ya di Jakarta.

Perempuan diperkosa di transjakarta? Ya, Jakarta.

Maka saya sering umpat dia dengan makian.

 

Jujur saja, sejak awal postingan path-mu beredar, saya lagi sibuk hadapi auditor internal dari kantor pusat. Jadi cuma baca dan perhatikan selewatan saja. Meski demikian saya terkejut, ”orang sakit jiwa mana lagi nih yang berulah? Negatif sekali komentarnya terhadap Jogja”

Baru pada sore hari saya agak tertegun lama, saat dengan bangganya selebtwat-selebtwit unggah screencap path kamu dan meneruskannya ke media dan bahkan ada yang berterima kasih karena detikcom kemudian mengunggahnya menjadi berita. Dan setelah itu mulailah beredar alamatmu dan makian bernada rasis dan ancaman perkosaan serta pembunuhan, semua saya baca via media sosial.

Awalnya saya pikir, bully terhadap kamu akan selesai dan mereda dengan sendirinya sama seperti kasus Dinda, seorang anak remaja yang kesal dengan privilege terhadap ibu hamil di transjakarta. Tapi saya salah. Ucapan maaf yang kamu sampaikan ternyata tak mampu meredakan amarah beberapa orang. Mereka ini yang kemudian menyatakan diri menjadi representasi warga Jogja, melaporkan kamu ke polisi.

Sampai pada tahap kamu disanggah, diejek, dan di maki-maki warga twitterland, saya masih diam saja dan tidak ikut-ikutan

Selain tak punya waktu, saya pun merasa itulah harga yang kamu harus bayar atas kesembronoan kamu dalam berpikir dan bertindak.

Namun, saat ada yang melaporkan kamu ke kepolisian dan saya tahu yang digunakan (lagi-lagi) adalah pasal 27 dan 28 UU ITE serta KUHP pasal 310 dan 311, saya tidak bisa lagi diam. Saya masih punya ingatan buruk atas apa yang menimpa Prita, Alexander Aan, Benhan dan lainnya. Pasal ini sangat lentur, bisa menjerat siapapun. Pasal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan ini amat multitafsir, pasal peninggalan Belanda yang sejak dulu kita minta untuk direvisi. Saya pun bereaksi Flo, marah lewat media sosial. Tapi tidak berhenti di situ, saya pun mencoba koordinasi dengan kawan-kawan lain yang saat ini sedang berupaya menangguhkan penahananmu.

Flo,

Meski saya tinggal di Jakarta tapi lahir dengan darah Jogja. Keluarga besar saya tingal di Yogyakarta, di Timoho tepatnya. Itu lo dekat Santo Thomas, tektek Sepur.

Kenapa saya tulis asal usul saya Flo? Ya agar Flo tahu bahwa Jogjakarta tidak homogen. Ada kok orang Jogja yang tidak setuju jika Flo ditahan. Jogjakarta itu kaya dan amat toleran. Saking tolerannya, diskusi akbar melawan pluraslime pun boleh dilaksanakan di Jogja. Di Jogja ada yang menjadikan kasusmu bahan gojekan dalam tulisannya. Ada juga yang cengar-cengir. Tapi ada banyak juga yang seperti saya, yang menolak UU ITE dan pasal pencemaran nama baik digunakan untuk kasus ini.

Semoga kamu tetap semangat ya di dalam tahanan sana. Ada kok kawan-kawan saya yang sedang berjuang mengupayakan pembebasanmu. Segeralah minta maaf lagi kepada Jogja.

Dan jangan takut untuk marah!

Tapi lampiaskan kepada pemerintahan kamu yang tak dikelola dengan baik ini. Dan setelah ini, jangan lupa kamu segera bangun solidaritas dan gerakannya. Rugilah sudah kuliah S2 di UGM kalau tak membuat gerakan sosial yang maju. Mungkin bisa mulai dengan membentuk komunitas survivor UU ITE. Sudah banyak tuh korbannya.

 

Salam manis

 

tp

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s