#4

Posted: August 13, 2013 in Puisi

selected1

Ia ingin sekali membuat puisi.

Puisi tentang laut.

Puisi tentang danau.

Puisi tentang hutan

Juga puisi tentang orang-orang yang ia kasihi.

Ia ingin sekali bernyanyi, memainkan piano sembari menyenandungkan lagu-lagu kegemarannya.

Namun kini mulut dan tangannya terkunci.

Ia sungguh takut jika puisinya, lagunya, alunan musiknya

menyebabkan banyak orang terluka.

Kini ia hanya bisa duduk di sudut ruangan,

tubuhnya mulai menggigil dan terus berusaha agar tetap waras.
Itulah satu-satunya yang ia miliki.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s