#3

Posted: July 22, 2013 in Puisi

sebenarnya sederhana saja,
kita memaksakan tumbuhnya tanaman di lahan kering rongga hati.
Tumbuh.
Namun penuh penderitaan.

Bukankah kita hendak berbahagia?

Kosong rasa
Kosong ekspektasi
Bukankah telah digadang-gadang sejak awal,
meski wajah kita berdua tersenyum kecut mendengarnya.
Menyangsikan.

Bersikeras kuminta usai, sebersikeras kau menolaknya

“beri aku waktu”

Aku rasa sudah cukup waktuku.

Uffah. Kucabut tanaman ini, semoga tak ada akar yang tertinggal.

DSC_3809

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s