Mengapa Saya Suka Lady Gaga?

Posted: May 16, 2012 in Celoteh iseng

Jujur saja, saya bukan penggemar berat musik pop. Saya lebih menikmati alunan musik metalcore yang dibawakan oleh Burgerkill dan lebih suka berlompatan dengan iringan lagu Anti Social yang dibawakan oleh Anthrax. Tapi bisa juga terhisap habis-habisan dengan alunan berbau folk almarhumah Lhasa de Sela, di album pertamanya, La Llorona.

Namun demikian saya selalu terpukau dengan beberapa musisi di luar genre metal yang memiliki posisi keberpihakan terhadap kemanusiaan dan berkontribusi terhadap kemajuan peradaban.

Image

Pernah dengar nama Victor Jara? Ia adalah seorang penulis lagu dan penyanyi yang berasal dari Chile. Pada 16 September 1973 tentara menembaknya dengan tembakan mesin. Empat puluh empat butir peluru bersarang di tubuhnya. Tentara menangkap dan membunuhnya karena ia membuat lagu yang membangkitkan semangat rakyat Chile untuk melawan kediktatoran penguasa.

Lalu ada Tracy Chapman, seorang penyanyi dari Amerika yang salah satu lagunya “Talkin’bout Revolution” selalu membuat saya bergetar.

Poor people gonna rise up , And get their share
Poor people gonna rise up , And take what’s theirs

Saya pun mengoleksi lagu Bob Marley.  Saat sedang kelelahan luar biasa dari segala aktivisme yang saya miliki, maka saya putar keras lagu Redemption Song.

Emancipate yourselves from mental slavery; None but ourselves can free our minds.
Have no fear for atomic energy, ‘Cause none of them can stop the time.

How long shall they kill our prophets, While we stand aside and look? Ooh!
Some say it’s just a part of it: We’ve got to fulfil de book.

Won’t you help to sing These songs of freedom?

‘Cause all I ever have: Redemption songs;

Lalu selanjutnya saya pun menyukai Joan Baez dan juga John Lennon. Untuk musisi Indonesia yang saya nilai memiliki posisi keberpihakan jelas beberapa diantaranya adalah Iwan Fals, (alm) Frangky Sahilatua, Glenn Fredly dan Efek Rumah Kaca. Saya selalu percaya bahwa seni dapat menjadi alat yang ampuh untuk membawa sebuah pesan sosial dan politik atau bahkan menjadi satu ruang pembebasan tersendiri bagi seseorang.

Maka dengan alasan yang sama itu pulalah saya terpukau pada Lady Gaga.

Image

Your Song have taught me to not listen to haters and be who I am, because baby, I was born this way. Kalimat tersebut adalah penggalan surat dari seorang penggemar fanatik yang masih berusia 15 tahun (hal 33 Rolling Stone Juli 2011).

Entah mengapa perasaan anak remaja tersebut kurang lebih sama dengan apa yang saya rasakan saat pertama kali mendengar lagu I was born this way.

I’m beautiful in my way
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was born this way

Don’t hide yourself in regret
Just love yourself and you’re set
I’m on the right track, baby
I was born this way

Dalam lirik tersebut, Lady Gaga menekankan pentingnya penerimaan diri dan kepercayaan diri bagi tiap individu. Lirik tersebut pun menyatakan bahwa sebagai seorang manusia maka jangan pernah terus-menerus menyembunyikan diri dalam penyesalan dan sebagai manusia kita harus mencintai diri kita apa adanya.

Lirik lagu “Born This Way’ ini juga menjadi semacam penguat bagi kawan-kawan perempuan dan LGBTIQ bahwa saya, kami, kamu, dilahirkan berbeda-beda namun kita tetap harus berani menjadi diri kita sendiri serta bertoleransi terhadap perbedaan yang ada.

Belum lama ini, ada satu lagi lagu Lady Gaga yakni “Bad Romance” yang diparodikan untuk menjadi materi pelajaran sejarah pembebasan perempuan di Amerika. Judulnya diganti menjadi “Woman’s Suffrage” video-nya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=IYQhRCs9IHM

Berikut adalah cuplikan liriknya:

You know we don’t want to
Take freedoms from you
Just want our rights and nothing less

We cry for freedom
Oh, hear our voice
And see we’re equal to all men!
Oh oh oh oh…
We the whole people
Not just male citizens
Formed this most perfect Union!

Jadi, saya sungguh mengerti dan memahami mengapa beberapa pihak seperti FPI, MUI dan FUI melarang Lady Gaga pentas di Indonesia. Lady Gaga, dengan segala kontroversi terkait industri musik raksasa di dunia, adalah perempuan biasa, seorang individu yang mempromosikan toleransi, kesetaraan dan mencintai perbedaan. Sesuatu yang saat ini tengah menjadi barang haram di Indonesia.

Jakarta, 16 Mei 2012

—–
catatan tambahan:
sejak 12 jam lalu, tulisan ini sudah di klik oleh lebih dari 2,500 orang. Komentar yang saya approve adalah komentar yang tidak menggunakan kalimat kasar/hinaan yang terlalu berlebihan. Kata atau kalimat pendek dari yang sepakat atau tidak sepakat, ada yang saya tampilkan, ada juga yang tidak. Mohon maaf.

Comments
  1. cheudin says:

    Kalau saya malah tak mengerti dan tak memahami sama sekali mengapa pihak-pihak itu melarang pentas Lady. Alasan moral? Ah, banyak pentas dangdut yang lebih “hot” dan malah kerap menimbulkan tawuran antar saudara, di kota besar maupun pelosok desa…| Rejim ini memang ironis.

    Tabik.

  2. rahmatali says:

    Saya suka dengan postingan ini. Sebagai penggemar ‘biasa’ dari @LadyGaga, saya sangat terharu. :”)

  3. timothy herry says:

    “Jadi, saya sungguh mengerti dan memahami mengapa beberapa pihak seperti FPI, MUI dan FUI melarang Lady Gaga pentas di Indonesia. Lady Gaga, dengan segala kontroversi terkait industri musik raksasa di dunia, adalah perempuan biasa, seorang individu yang mempromosikan toleransi, kesetaraan dan mencintai perbedaan. Sesuatu yang saat ini tengah menjadi barang haram di Indonesia.” love this words

  4. gromli says:

    wakakakkaka aneh

  5. sepatuungu says:

    Sudah jadi hal lumrah untuk menilai manusia lain dari bungkusnya saja, tanpa melihat di balik bungkus itu seperti apa. Saya sempat seperti itu terhadap Lady Gaga, sampai saya membaca sebuah artikel tentang bagaimana dia berupaya menghapus bullying lewat aktivitas yayasan yang dia dirikan. Never judge a book by its cover. Berusaha selalu mengingat kalimat itu setiap kali melihat/berhadapan dengan manusia lain. Nice writing!

  6. uUU says:

    you know nothing. pemikiranmu terlalu sempit dalam memahami identitas lady gaga dan dampak yang diberikan… kekuatan besar di belakang lady gaga, you know what is it? you know nothing.

    • Born that way says:

      Setuju. Ini bukan sekadar pertunjukan musik. Tapi pesan, misi, dan kekuatan besar di balik itu semua. Kalau Si penulis mau memahami lebih jauh.. Bukan hanya kesetaraan gender dan pilihan hidup yang diemban gaga.

  7. aku nyaris tidak tau siapa lady gaga, selain saat ini dia salah satu icon musik pop dunia. tentang dia secara pribadi, lagu2nya, dan berita2 tentang dia aku tdk pernah ikuti.

    tapi mengerikan sekali mendapati berita tentang kepolisian membatalkan konser lady gaga. hanya karena protes fpi?! hanya karena tidak mau ada keributan massa?! ini sebuah preseden buruk yang bikin tambah muram masa depan penanganan persoalan hukum dan ham di indonesia. miris!

    btw aku senang baca tulisan tentang musik-nya. salam kenal 🙂

  8. Judhianto says:

    Para bigot itu naif sekali memandang dunia.
    Mereka pikir kebenaran hanya bisa datang dari agama, kemapanan dan kesantunan; sayang sekali.
    Padahal kebenaran bisa datang dari jiwa merdeka yang tak perduli bungkus fisik dan tingkah laku. Disisi lain para bigot tidak sadar, bahwa mereka sedang memerankan setan sambil memakai baju agama.

  9. hulda says:

    untuk perjuangan mbak Pawes yg lain saya oke. tapi untuk lady gaga saya rasa mbak harus kaji ulang. selidiki lagi lebih jauh, siapa dan apa tujuan lady gaga mengadakan konser di negeri kita… biar kalo terjadi sesuatu mbak gak dibilang “cetek” pengetahuannya. oke. cekidot.

  10. NN says:

    APAPUN ALASANNYA…..ANDA KURANG MENGERTI TENTANG AGAMA…

  11. ivanprakasa says:

    Suka banget ama tulisan ini… dan pembatalan konser seolah2 Indonesia menganggap haram
    penerimaan diri, kepercayaan diri bagi tiap individu dan toleransi terhadap perbedaan yang ada.
    Menolak Lady Gaga ibarat mempermalukan negeri sendiri yg melarang orang2 besar dan punya nama di dunia berkunjung ke Indonesia.
    Beritanya sampe jadi 1 sesi berita sendiri di TV Jepang. Dan IMHO itu sungguh memalukan…

  12. Tunggal Pawestr Iblis Betina says:

    wakakakakaaa.. mau bebas, jadi binatang.aja.
    !

  13. Freedom with dignity says:

    Anda punya Opini yg lain punya prinsip … mungkin saatnya orang” yg berteriak “kebebasan” menghargai prinsip” Majority hingga tak jadi polemik berkepanjangan. You all will debate in vain …

  14. Oktofani says:

    Dua tahun yang lalu, saya tidak tahu siapa Lady Gaga, tidak tahu pula lagunya apa saja. All I knew that she was Akon’s artist, who used to be a stripper. Namun, saat sahabat-sahabat gay saya sering membicarakan tentang Lady Gaga, saya tertarik untuk mencari tahu informasi tentang Lady Gaga.

    Alhasil, saya menemukan sososk Lady Gaga sebagai sesosok musisi yang sangat menarik, inspiratif, ekspresif dan berani. Dia mengajarkan banyak hal positif melalui lagu-lagunya. Saya tidak paham ketika banyak orang menolak kehadiran Lady Gaga dan mengatakan bahwa ia memiliki pengaruh buruk. Pertanyaan terbesar saya adalah apakah mereka benar-benar memahami lagu-lagu Lady Gaga? Sungguh disayangkan, kalau banyak orang yang bersuara tapi sesungguhnya tak paham seperti pepatah “tong kosong yaring bunyinya”

    Lalu, lagu apa yang harus didengarkan oleh generasi muda Indonesia? Lagu yang penuh dengan kekerasan, kebencian dan amarah? Blah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s