Papua dan Kilaunya

Posted: November 2, 2011 in Solidaritas
Tags:

Saya tak suka pertambangan emas dan berlian. Menurut saya kedua logam tersebut tak ada gunanya selain memenuhi tuntutan para pesolek dan penimbun harta.

Rasanya tidak adil bahwa untuk mendapatkan emas atau berlian maka satu buah gunung harus dibongkar. Terbayang betapa hancur ekosistem kita dimasa depan.

Saya sungguh takut jika kedepan, gunung-gunung yang ada hanya tinggal cerita di buku sejarah.

Selain itu, tak bisa disangkal bahwa dimana-mana, selalu ada hubungan mesra antara perusahaan tambang dengan aparat keamanan negara. Diberbagai kasus konflik pertambangan, aparat keamanan pasti menjadi pembela setia pengusaha tambang sehingga menyisakan kekalahan bagi rakyat atau komunitas adat yang menolak keberadaan perusahaan tambang.

Di Papua, mama Yosefa, seorang perempuan, tokoh adat suku Amungme, aktivis perempuan, bersedia mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan kelestarian lingkungan dari perusakan hutan yang dilakukan oleh Freeport. Ia berdiri paling depan menentang keberadaan Freeport meski siksaan harus ia alami.

Oleh karena itu, saat ini…sebisa mungkin saya selalu meluangkan waktu untuk ikut aksi dan bersolidaritas terhadap persoalan yang terjadi di Papua, terlebih jika biang keroknya Freeport dan tentara.

Saya tentu saja beruntung, tinggal di Jakarta dan lebih banyak memisuhi kekerasan Aparat dan kelakuan Freeport via socmed. Paling poll ya itu, turun ke jalan. Jadi tunggu apa lagi, ayo turun ke jalan. Itu selemah-lemahnya iman lo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s