Masih ingat Marsinah?

Posted: May 9, 2008 in Perempuan

1993. Usia saya belum genap 24 tahun. Bekerja sebagai buruh perusahaan jam di Surabaya. Jam tangan biasa, bukan jam seperti sekarang ini yang bisa memancarkan energi.

Upah yang saya terima sebesar Rp. 1,700/hari. Namun demikian, saya tetap semangat bekerja karena kemarin kawan-kawan sepakat untuk berdiskusi menanggapi surat edaran gubernur jatim yang meminta pengusaha menaikkan upah 20%.

Sepulang kerja, bersama beberapa kawan, kami menyusun permohonan dan membicarakan strategi agar Bos mau memenuhinya. Kami sepakat untuk memberikan tekanan agak lebih karena sudah tiga bulan surat edaran itu tidak juga diresponnya.

Setelah berdiskusi dan berdebat seru dengan kawan-kawan, akhirnya kami berhasil menyusun permohonan kami. Kenaikan upah pokok harian dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 dan tunjangan tetap Rp 550 untuk diberikan kepada buruh, hadir atau absen.

Diskusi dan perdebatan ini sangat seru, ada perdebatan juga mengenai taktik alternatif jikalau permohonan kami ditolak.

” Wis ngene ae rek, lek boss gak gelem, kene yo melok gak gelem. Siap aksi rek!”

Dengan yakin saya lontarkan kalimat tersebut. Semua sepakat.

3 Mei kami melancarkan aksi. Wuih, ini aksi pertama saya!…pasti seruuu… Pagi-pagi sekali harus mandi, sikat gigi, pakai bedak yang masih sedikit tersisa di wadah bulat itu, lalu berangkat ke pabrik. Sepanjang perjalanan saya tak berhenti tersenyum. Membayangkan bulan depan gaji naik meski sedikit. Lumayan, bisa tambah kirim uang jatah bulanan ke kampung untuk Mbok’e.

Bersama kawan-kawan lainnya, kami mulai aksi… Tidak berapa lama, Koramil datang. Perasaan saya sudah mulai tidak nyaman. Tentara itu melarang buruh untuk aksi! Wealah, saya membatin, urusannya apa tentara sama buruh?

Aksi terus kami langsungkan hingga dua hari berikutnya. Buruh mogok. Negoisasi tidak berjalan mulus. Hari ketiga pemogokan, 13 orang kawan negosiator ditangkap dan di PHK pada hari itu juga di KODIM Sidoarjo. Herannya saya tidak ditangkap apalagi dipecat. Saya bertekad untuk melanjutkan aksi keesokan hari. Setelah itu, semua terasa gelap bagi saya.

Semua masih misteri sampai sekarang. Dan tidak ada satu kebenaran pun yang terungkap!

–memperingati 17 tahun kematian Marsinah–

Republikaonline: 12 Februari 1996

Menurut BAP, Marsinah diculik, disekap, dan disiksa oleh para terdakwa. Tapi versi lain, Marsinah sengaja pergi ke Kodim Sidoarjo untuk menyoal sikap aparat yang masih mempersoalkan para buruh, padahal sudah ada kesepakatan dengan pihak perusahan bahwa persoalannya pemogokan sudah tuntas. “Waktu siangnya, Mbak Marsinah juga minta diantarkan ke Kodim. Setelah itu, kembali lagi sambil meminta surat panggilan kepada salah seorang rekan kami yang dikirimkan Kodim. Tapi, saya tidak tahu persis, apakah malam itu dia benar-benar pergi ke Kodim lagi atau cari makan,” ujar salah seorang rekan Marsinah yang enggan disebutkan namanya


Kekejaman yang diterima Marsinah yakni dirusaknya kemaluan buruh asal Nganjuk masih tetap menjadi misteri. Berdasarkan keterangan saksi ahli di persidangan terdahulu, kecil kemungkinannya kemaluan tersebut dirusak dengan alat kayu atau sejenis. Diduga, rusaknya kemaluan bagian dalam termasuk retaknya beberapa tulang pinggang tersebut diakibatkan oleh terjangan peluru senjata api.
Hal-hal seperti ini, tentunya, sudah selayaknya memperoleh perhatian dalam penyidikan babak kedua nanti.

Silahkan baca juga “Tubuh yang terkapar di alang-alang” Disini

Btw, lokasi pabrik saya ada di Porong Sidoarjo. Andai saja pabrik itu masih berdiri mungkin bencana Lumpur Lapindo tidak akan sedahsyat seperti sekarang. Karena produksi pabrik saya pasti bisa menghentikannya. 😀

 

*tulisan ini hanya rekaan semata, yang bersumber dari berbagai versi pemberitaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s